Catatan Perjalanan Ke Banyuwangi (4): Menyapa Pagi Dari Pantai Boom, Berburu Senja Di Pulau Merah
Info lengkap bulan Juli mengenai "Catatan Perjalanan Ke Banyuwangi (4): Menyapa Pagi Dari Pantai Boom, Berburu Senja Di Pulau Merah-#fwuj3w":

Laporan Wartawan news.xcoid.com, Sri Juliati

news.xcoid.com Sebutan Sunrise of Java memang pantas disematkan pada Banyuwangi. Ya, di Banyuwangi-lah, kita dapat menyaksikan detik-detik Matahari terbit pertama kali di tanah Jawa.


Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Tak ingin melewatkan kesempatan emas ini, news bertekad bangun sepagi mungkin demi berburu momen sunrise. Rabu (11/7/2019) pukul 05.00 WIB, news keluar dari penginapan & menuju Pantai Boom.

Pantai Boom merupakan satu spot terbaik untuk menyaksikan pesona Matahari di Banyuwangi.

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (2): Nikmatnya Mencicip Cokelat Glenmore amp Ditampar Sego Tempong

Akses menuju Pantai Boom sangat mudah karena hanya seperlemparan batu dari pusat kota, bahkan bisa dijangkau dngn jalan kaki.


Harga tiket masuk ke Pantai Boom hanya Rp 5 ribu & parkir motor Rp 2 ribu.



Sejumlah wisatawan menikmati detik-detik matahari terbit di Pantai Boom, Banyuwangi, Rabu (11/7/2019). (news.xcoid.com/SRI JULIATI)

Begitu sampai, news merasa sangat kaget krn wajah Pantai Boom berubah total dibanding saat pertama kali ke sini pada 2015.

Walau di bbrp lokasi masih dalam tahap pengembangan, namun perubahan Pantai Boom benar-benar membuat pangling.

Hanya dua kata yang terlontar dari mulut news saat melihat perubahan ini, "keren banget"

Pertama, kondisi jalan usai beraspal mulus & lebar. Kedua, smkin banyak kantong parkir yang tersedia di sekitar area Pantai Boom.

Sarana wisata juga lebih lebih dari satu dan lengkap.

Baca: Kak Seto: Perlindungan Anak di DKI Kalah dngn Tangsel, Banyuwangi & Bengkulu

Selain menikmati pantai, wisatawan juga dimanjakan dngn aktivitas _para nelayan di Pantai Boom.


Masih setengah terkagum dengan kondisi terkini Pantai Boom, news pula mempercepat langkah menuju Pantai Boom. Pasalnya, bulatan dengan semburat kuning keemasan mulai menyembul dari ufuk timur.

Cepat-cepat news membidik detik-detik sang surya yang terbit pertama kali pada hari itu.



Suasana sesaat matahari terbit di Pantai Boom, Banyuwangi, Rabu (11/7/2019).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.


(news.xcoid.com/SRI JULIATI)Awan hitam yang masih menggantung kian menambah ekostisme sunrise di Banyuwangi.

Hanya dalam hitungan menit, Matahari pertama pada hari itu akhirnya bangun dari peraduan dan menyinari semesta.

Keajaiban langit di Sunrise of Java ini benar-benar sayang kalau dilewatkan. Bagi news, inilah sunrise terbaik yang pernah dinikmati di pantai.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.


Setelah sukses mendapat foto, news memilih untuk menyimpan ponsel di tas lantas menikmati segala pesona di Pantai Boom. Aroma pantai yang begitu khas ditemani deburan ombak Pantai Boom mmbuat news malas beranjak. Ingin rasanya tetap berada di sini, namun di sisi lain, perut kosong minta diisi amunisi. Perjalanan pun berlanjut dengan mencari sarapan khas Banyuwangi: sego cawuk.

Di pusat kota, _ada satu warung sego cawuk yang sangat legendaris, yaitu Sego Cawuk Bu Sri.



Warung Sego Cawuk Bu Sri yang selalu ramai pembeli terutama sesaat jam-jam sarapan. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Warung Sego Cawuk Bu Sri berada ngga jauh dari Taman Sri Tanjung Banyuwangi atau tepatnya Jalan Kiai Saleh nomor 14, Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Walau lokasinya masuk gang, tapi setiap pagi, Warung Sego Cawuk Bu Sri selalu ramai pembeli, baik masyarakat sekitar maupun wisatawan.

Saking ramainya, pembeli harus siap mengantre untuk memesan sego cawuk bahkan untuk makan.

Sebab, warung ini hanya memanfaatkan pelataran rumah yang cukup sederhana.


Alhasil hanya tersedia dua meja panjang yang dipakai pembeli utk makan se_cara bergantian. Dalam seporsi sego cawuk terdapat nasi, sayur tahu, olahan ampas kelapa parut, kuah tulang ikan, sayuran yang disiram bumbu kacang. Ada juga pindang telur dan pelasan ikan laut sebagai lauk. Masih ada lagi bahan yang bikin santap sego cawuk di Warung Bu Sri kian nikmat, yaitu sambel serai.

Tak lupa kerupuk sebagai teman makan.



Seporsi Sego Cawuk, menu sarapan khas Banyuwangi yang terdiri dari bbrp sayur, lauk, dan kerupuk. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Lantaran terdiri dari berbagai elemen makanan, rasa sego cawuk sangatlah beragam. Rasa gurih dari sayur tahu, olahan ampas kelapa, dan bumbu kacang ditimpa dngn asam kuah tulang ikan. Masih ditambah dengan rasa pedas dari pelasan ikan laut serta asam-segar dari sambal serainya.

Paduan rasa yang sangat pas dan sempurna mmbuat tangan tidak henti menyuap sendok demi sendok sego cawuk.

Tak terasa sepiring sego cawuk yang dibanderol Rp 10 ribu telah berpindah tempat di perut.

Baca: DPD RI Apresiasi Prestasi Banyuwangi

Dari Warung Sego Cawuk Bu Sri, news kembali ke penginapan utk mengumpulkan energi menuju destinasi selanjutnya. Pada hari terakhir di Banyuwangi, news menjelajah wilayah bagian selatan yang belum pernh disambangi sebelumnya.

Berbekal aplikasi peta di ponsel, Googel Maps, news mengarahkan kendaraan ke Hutan De Djawatan.



Wisatawan berfoto di Hutan De Djawatan yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Rabu (11/7/2019).

(news.xcoid.com/SRI JULIATI)Selama kurang lebih satu satu jam, news sampai di Hutan De Djawatan yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Untuk bisa menikmati keindahan Hutan De Djawatan, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5 ribu & parkir motor Rp 2 ribu. Suasana teduh dngn panorama serba hijau lngsg menyambut news. Deretan pohon trembesi dan jati yang menjulang tinggi, lebat, & berusia hingga 100 tahun mendominasi pemandangan.

Menimbulkan kesan magis yang instagenik bak di negeri dongeng.

Dan benar apa kata orang-orang, Hutan De Djawatan mirip seperti hutan Fangorn dalam film The Lord of The Rings tapi versi lokal.



Hutan De Djawatan mirip seper_ti hutan Fangorn dalam film The Lord of The Rings tetapi versi lokal. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Banyak aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung sesaat berwisata di kawasan milik Perhutani ini. Berfoto dngn latar belakang deretan pohon raksasa lantas mengunggahnya ke media sosial jelas jadi agenda wajib.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Ada banyak spot yang bisa menjadi obyek dan lokasi foto, sebut saja rumah pohon, bbrp truk bekas, sehingga jembatan kayu. Bisa pula melihat suasana Hutan De Djawatan dengan menyusuri jalan setapak, bersantai di bangku yang telah disediakan, atau menikmati makanan. Jangan khawatir jikalau tak bawa bekal, di kawasan Hutan De Djawatan pula terdapat kafe & warung makan.

Bisa pula menjajal wahana flyfox, permainan ATV, atau berkeliling Hutan De Djawatan pakai kereta kuda.



Suasana Hutan De Djawatan yang mirip seperti hutan dalam film The Lord of The Rings. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Puas menikmati kesejukan di Hutan De Djawatan, news melanjutkan perjalanan selama 1,5 jam menuju Pantai Pulau Merah. Walau jaraknya cukup jauh dari pusat kota, namun akses menuju ke sini terbilang ckup mudah sebab banyaknya papan penunjuk jalan serta jalannya yang sebagian besar mulus. Destinasi yang berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran menjadi primadona wisata Banyuwangi.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Jadi, rasanya kurang kalau liburan ke Banyuwangi tanpa ke Pantai Pulau Merah.

Baca: ACT Distribusikan Belasan Ribu Air Bersih ke Masyarakat Banyuwangi

Harga tiket masuk Pantai Pulau Merah hanya Rp 10 ribu & Rp 2 ribu untuk parkir motor.

Pantai Pulau Merah pula menjadi satu tempat terbaik utk menyaksikan panorama Matahari terbenam.

Suasana di Pantai Pulau Merah pada sore hari. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Sayangnya, sesaat news ke sana, cuaca sdng mendung, alhasil tak bisa kembali memandang keajaiban langit di sore hari.

Namun kekecewaan itu terobati dngn lanksap Pantai Pulau Merah yang begitu cantik dan ektotis. Pasir putih nan lembut yang terhampar luas serta sebuah bukit setinggi 200 meter di hadapan pantai, dan ombak yang bergulung-gulung menjadi penghiburan tersendiri. Ombak di Pantai Pulau Merah juga menjadi daya tarik wisatawan karena bisa dimanfaatkan untuk berselancar. Baik oleh peselancar profetional maupun pemula.

Tenang saja, jika belum ckup mahir menaklukkan ombak, _ada guide yang akan membantu wisatawan utk belajar berselancar.

Selain cuci mata melihat aksi _para peselancar dan pemandangan indah, wisatawan pula bisa mandi atau berenang asal tidak jauh dari kawasan pantai.

Wisatawan mencoba berselancar di Pantai Pulau Merah, Rabu_ (11/7/2019). (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Perhatikan pula arahan & imbauan dari penjaga pantai saat bermain air di Pantai Pulau Merah.

Di sekitar Pantai Pulau Merah juga banyak terdapat warung makan serta penginapan dengan tarif yang cukup terjangkau.

Baca: Keren, Menpar Arief Yahya Jadi Keynote Speaker Seminar General Aviation for Tourism di Banyuwangi

Seandainya masih memiliki banyak waktu, lebih baik menginap sejenak di sekitar Pantai Pulau Merah sembari menyambangi sederet pantai lain di selatan Banyuwangi.


Perjalanan di Pantai Pulau Merah akhirnya disudahi sebelum Matahari kembali lagi ke peraduan dan hari start gelap.

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Kaamis (11/7/2019). Pantai Pulau Merah adalah satu di antara primadona wisata di Banyuwangi. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Malam hari, setiba di pusat kota, news langsung menuju Osing Deles utk berburu buah tangan. Osing Deles yang berada di Jalan KH Agus Salim No.12A, Taman Baru ialah surganya oleh-oleh.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Ada lebih dari satu oleh-oleh yang bisa ditenteng start dari kaus, batik, camilan, sehingga kerajinan khas Banyuwangi. Pilihan news jatuh pada pia kacang, kue bagiak, serta kopi robusta dari lereng Gunung Ijen. Puas berbelanja, sekalian saja news makan malam di kafe Osing Deles yang masih satu lokasi.

Ada lebih dari satu pilihan menu yang disajikan, termasuk kuliner Nusantara di kafe yang berkonsep vintage ini. Setelah mengisi perut dengan seporsi nasi ayam betutu, news kembali ke penginapan, berkemas untuk pulang keesokan harinya. Selesai sudah perjalanan news selama tiga hari empat malam di Banyuwangi.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.


Bagi news, perjalanan ke Banyuwani tak hanya soal fisik, tetapi juga hati. Ada banyak jejak kenangan yang tertinggal di Banyuwangi yang tak henti membuat jatuh hati. Bila ditanya apakah ingin ke Banyuwangi lagi, jawabannya: "Ya, aku ingin kembali ke Banyuwangi." ()

Catatan perjalanan lainnya dpat disimak di bawah ini:

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (I): Selalu Bikin Jatuh Hati & Ingin Kembali

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (2): Nikmatnya Mencicip Cokelat Glenmore amp Ditampar Sego Tempong

Tak terasa sepiring sego cawuk yang dibanderol Rp 10 ribu telah berpindah tempat di perut.

Baca: DPD RI Apresiasi Prestasi Banyuwangi

Dari Warung Sego Cawuk Bu Sri, news kembali ke penginapan utk mengumpulkan energi menuju destinasi selanjutnya.


Pada hari terakhir di Banyuwangi, news menjelajah wilayah bagian selatan yang belum pernh disambangi sebelumnya.

Berbekal aplikasi peta di ponsel, Google Maps, news mengarahkan kendaraan ke Hutan De Djawatan.

Wisatawan berfoto di Hutan De Djawatan yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Rabu (11/7/2019).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.

(news.xcoid.com/SRI JULIATI)Selama kurang lebih satu satu jam, news sampai di Hutan De Djawatan yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Untuk bisa menikmati keindahan Hutan De Djawatan, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5 ribu & parkir motor Rp 2 ribu. Suasana teduh dengan panorama serba hijau lngsg menyambut news. Deretan pohon trembesi & jati yang menjulang tinggi, lebat, dan berusia hingga 100 thn mendominasi pemandangan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.


Menimbulkan kesan magis yang instagenik bak di negeri dongeng.

Dan benar apa kata orang-orang, Hutan De Djawatan mirip seper_ti hutan Fangorn dalam film The Lord of The Rings namun versi lokal.

Hutan De Djawatan mirip seper_ti hutan Fangorn dalam film The Lord of The Rings tetapi versi lokal. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Banyak aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung sesaat berwisata di kawasan milik Perhutani ini. Berfoto dengan latar belakang deretan pohon raksasa lantas mengunggahnya ke media sosial jelas jadi agenda wajib.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Ada banyak spot yang bisa menjdi obyek dan lokasi foto, sebut saja rumah pohon, bbrp truk bekas, hingga jembatan kayu. Bisa pula melihat suasana Hutan De Djawatan dengan menyusuri jalan setapak, bersantai di bangku yang telah disediakan, atau menikmati makanan. Jangan khawatir jika tak bawa bekal, di kawasan Hutan De Djawatan juga terdapat kafe dan warung makan.

Bisa juga menjajal wahana flyfox, permainan ATV, atau berkeliling Hutan De Djawatan pakai kereta kuda.

Suasana Hutan De Djawatan yang mirip seperti hutan dalam film The Lord of The Rings. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Puas menikmati kesejukan di Hutan De Djawatan, news melanjutkan perjalanan selama 1,5 jam menuju Pantai Pulau Merah. Walau jaraknya ckup jauh dari pusat kota, namun akses menuju ke sini terbilang cukup mudah sebab banyaknya papan penunjuk jalan serta jalannya yang sebagian besar mulus. Destinasi yang berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran menjdi primadona wisata Banyuwangi.

Jadi, rasanya kurang bila liburan ke Banyuwangi tanpa ke Pantai Pulau Merah.

Baca: ACT Distribusikan Belasan Ribu Air Bersih ke Masyarakat Banyuwangi

Harga tiket masuk Pantai Pulau Merah hanya Rp 10 ribu dan Rp 2 ribu utk parkir motor.

Pantai Pulau Merah pula menjadi satu lokasi terbaik untuk menyaksikan panorama Matahari terbenam.

Suasana di Pantai Pulau Merah pd_ sore hari. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Sayangnya, saat news ke sana, cuaca sdng mendung, alhasil tak bisa kembali melihat keajaiban langit di sore hari. Namun kekecewaan itu terobati dngn lanksap Pantai Pulau Merah yang begitu cantik dan ektotis.

Pasir putih nan lembut yang terhampar luas serta sebuah bukit setinggi 200 meter di hadapan pantai, dan ombak yang bergulung-gulung menjdi penghiburan tersendiri. Ombak di Pantai Pulau Merah pula menjadi daya tarik wisatawan karena bisa dimanfaatin untuk berselancar. Baik _oleh peselancar profetional maupun pemula. Tenang saja, bila belum ckup mahir menaklukkan ombak, ada guide yang akan membantu wisatawan utk belajar berselancar.

Selain cuci mata menatap aksi _para peselancar & pemandangan indah, wisatawan pula bisa mandi atau berenang asal tidak jauh dari kawasan pantai.

Wisatawan mencoba berselancar di Pantai Pulau Merah, Rabu_ (11/7/2019). (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Perhatikan juga arahan & imbauan dari penjaga pantai sesaat bermain air di Pantai Pulau Merah.

Di sekitar Pantai Pulau Merah pula banyak terdapat warung makan serta penginapan dngn tarif yang cukup terjangkau.

Baca: Keren, Menpar Arief Yahya Jadi Keynote Speaker Seminar General Aviation for Tourism di Banyuwangi

Seandainya masih memiliki banyak waktu, lebih baik menginap sejenak di sekitar Pantai Pulau Merah sembari menyambangi sederet pantai lain di selatan Banyuwangi.

Perjalanan di Pantai Pulau Merah akhirnya disudahi sebelum Matahari kembali lagi ke peraduan dan hari mulai gelap.

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Kamis (11/7/2019).

Pantai Pulau Merah adalah satu di antr primadona wisata di Banyuwangi. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Malam hari, setiba di pusat kota, news langsung menuju Osing Deles utk berburu buah tangan. Osing Deles yang berada di Jalan KH Agus Salim No.12A, Taman Baru ialah surganya oleh-oleh.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.


Ada banyak oleh-oleh yang bisa ditenteng start dari kaus, batik, camilan, sehingga kerajinan khas Banyuwangi. Pilihan news jatuh pd_ pia kacang, kue bagiak, serta kopi robusta dari lereng Gunung Ijen. Puas berbelanja, sekalian saja news makan malam di kafe Osing Deles yang masih satu lokasi. Ada banyak pilihan menu yang disajikan, termasuk kuliner Nusantara di kafe yang berkonsep vintage ini.

Setelah mengisi perut dengan seporsi nasi ayam betutu, news kembali ke penginapan, berkemas untuk pulang keesokan harinya. Selesai usai perjalanan news selama tiga hari empat malam di Banyuwangi. Bagi news, perjalanan ke Banyuwani ngga hanya soal fisik, namun juga hati. Ada lebih dari satu jejak kenangan yang tertinggal di Banyuwangi yang tak henti mmbuat jatuh hati.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

Bila ditanya apakah ingin ke Banyuwangi lagi, jawabannya: "Ya, aku ingin kembali ke Banyuwangi."
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

jangan pernah berpikir untuk menyerah,karena jika kamu mau berusaha, Tuhan pasti membantu melewatinya.

()

Catatan perjalanan lainnya dpat disimak di bawah ini:

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (I): Selalu Bikin Jatuh Hati dan Ingin Kembali

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (2): Nikmatnya Mencicip Cokelat Glenmore amp Ditampar Sego Tempong

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung sesaat berwisata di kawasan milik Perhutani ini.


Berfoto dengan latar belakang deretan pohon raksasa lantas mengunggahnya ke media sosial jelas jadi agenda wajib. Ada lebih dari satu spot yang bisa menjdi obyek dan lokasi foto, sebut saja rumah pohon, bbrp truk bekas, sehingga jembatan kayu. Bisa juga melihat suasana Hutan De Djawatan dengan menyusuri jalan setapak, bersantai di bangku yang telah disediakan, atau menikmati makanan. Jangan khawatir jikalau tak bawa bekal, di kawasan Hutan De Djawatan juga terdapat kafe & warung makan.

Bisa juga menjajal wahana flyfox, permainan ATV, atau berkeliling Hutan De Djawatan pakai kereta kuda.

Suasana Hutan De Djawatan yang mirip seper_ti hutan dalam film The Lord of The Rings. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Puas menikmati kesejukan di Hutan De Djawatan, news melanjutkan perjalanan selama 1,5 jam menuju Pantai Pulau Merah. Walau jaraknya cukup jauh dari pusat kota, namun akses menuju ke sini terbilang ckup mudah karena banyaknya papan penunjuk jalan serta jalannya yang sebagian besar mulus. Destinasi yang berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran menjdi primadona wisata Banyuwangi.

Jadi, rasanya kurang bila liburan ke Banyuwangi tanpa ke Pantai Pulau Merah.

Baca: ACT Distribusikan Belasan Ribu Air Bersih ke Warga Banyuwangi

Harga tiket masuk Pantai Pulau Merah hanya Rp 10 ribu dan Rp 2 ribu untuk parkir motor.

Pantai Pulau Merah pula menjadi satu tempat terbaik untuk menyaksikan panorama Matahari terbenam.

Suasana di Pantai Pulau Merah pada sore hari. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Sayangnya, saat news ke sana, cuaca sedang mendung, alhasil ngga bisa kembali memandang keajaiban langit di sore hari. Namun kekecewaan itu terobati dengan lanksap Pantai Pulau Merah yang begitu cantik & ektotis.

Pasir putih nan lembut yang terhampar luas serta sebuah bukit setinggi 200 meter di hadapan pantai, dan ombak yang bergulung-gulung menjdi penghiburan tersendiri. Ombak di Pantai Pulau Merah juga menjadi daya tarik wisatawan karena bisa dimanfaatin untuk berselancar. Baik oleh peselancar profetional maupun pemula. Tenang saja, kalau belum ckup mahir menaklukkan ombak, _ada guide yang akan membantu wisatawan untuk belajar berselancar.

Selain cuci mata memandang aksi _para peselancar dan pemandangan indah, wisatawan pula bisa mandi atau berenang asal ngga jauh dari kawasan pantai.

Wisatawan mencoba berselancar di Pantai Pulau Merah, Rabu_ (11/7/2019). (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Perhatikan juga arahan & imbauan dari penjaga pantai saat bermain air di Pantai Pulau Merah.

Di sekitar Pantai Pulau Merah pula banyak terdapat warung makan serta penginapan dngn tarif yang cukup terjangkau.

Baca: Keren, Menpar Arief Yahya Jadi Keynote Speaker Seminar General Aviation for Tourism di Banyuwangi

Seandainya masih memiliki banyak waktu, lebih baik menginap sejenak di sekitar Pantai Pulau Merah sembari menyambangi sederet pantai lain di selatan Banyuwangi.

Perjalanan di Pantai Pulau Merah akhirnya disudahi sebelum Matahari kembali lagi ke peraduan & hari mulai gelap.

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Kaamis (11/7/2019).

Pantai Pulau Merah ialah satu di antr primadona wisata di Banyuwangi. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Malam hari, setiba di pusat kota, news lngsg menuju Osing Deles untuk berburu buah tangan. Osing Deles yang berada di Jalan KH Agus Salim No.12A, Taman Baru adalah surganya oleh-oleh. Ada banyak oleh-oleh yang bisa ditenteng mulai dari kaus, batik, camilan, sehingga kerajinan khas Banyuwangi.

Pilihan news jatuh pd_ pia kacang, kue bagiak, serta kopi robusta dari lereng Gunung Ijen. Puas berbelanja, sekalian saja news makan malam di kafe Osing Deles yang masih satu lokasi. Ada lebih dari satu pilihan menu yang disajikan, termasuk kuliner Nusantara di kafe yang berkonsep vintage ini. Setelah mengisi perut dngn seporsi nasi ayam betutu, news kembali ke penginapan, berkemas utk pulang keesokan harinya.

Selesai usai perjalanan news selama tiga hari empat malam di Banyuwangi. Bagi news, perjalanan ke Banyuwani tidak hanya soal fisik, tetapi juga hati. Ada lebih dari satu jejak kenangan yang tertinggal di Banyuwangi yang tak henti membuat jatuh hati. Bila ditanya apakah ingin ke Banyuwangi lagi, jawabannya: "Ya, aku ingin kembali ke Banyuwangi."

()

Catatan perjalanan lainnya dpat disimak di bawah ini:

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (I): Selalu Bikin Jatuh Hati dan Ingin Kembali

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (2): Nikmatnya Mencicip Cokelat Glenmore amp Ditampar Sego Tempong

Harga tiket masuk Pantai Pulau Merah hanya Rp 10 ribu & Rp 2 ribu utk parkir motor.

Pantai Pulau Merah juga menjadi satu tempat terbaik untuk menyaksikan panorama Matahari terbenam.

Suasana di Pantai Pulau Merah pd_ sore hari. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Sayangnya, sesaat news ke sana, cuaca sdng mendung, alhasil tak bisa kembali memandang keajaiban langit di sore hari. Namun kekecewaan itu terobati dengan lanksap Pantai Pulau Merah yang begitu cantik dan ektotis.

Pasir putih nan lembut yang terhampar luas serta sebuah bukit setinggi 200 meter di hadapan pantai, dan ombak yang bergulung-gulung menjadi penghiburan tersendiri. Ombak di Pantai Pulau Merah juga menjadi daya tarik wisatawan karena bisa dimanfaatkan untuk berselancar. Baik _oleh peselancar profetional maupun pemula. Tenang saja, jika belum ckup mahir menaklukkan ombak, ada guide yang akan membantu wisatawan utk belajar berselancar.

Selain cuci mata memandang aksi _para peselancar & pemandangan indah, wisatawan juga bisa mandi atau berenang asal tidak jauh dari kawasan pantai.

Wisatawan mencoba berselancar di Pantai Pulau Merah, Rabu_ (11/7/2019). (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Perhatikan pula arahan & imbauan dari penjaga pantai sesaat bermain air di Pantai Pulau Merah.

Di sekitar Pantai Pulau Merah pula banyak terdapat warung makan serta penginapan dngn tarif yang cukup terjangkau.

Baca: Keren, Menpar Arief Yahya Jadi Keynote Speaker Seminar General Aviation for Tourism di Banyuwangi

Seandainya masih memiliki banyak waktu, lebih baik menginap sejenak di sekitar Pantai Pulau Merah sembari menyambangi sederet pantai lain di selatan Banyuwangi.

Perjalanan di Pantai Pulau Merah akhirnya disudahi sebelum Matahari kembali lagi ke peraduan & hari start gelap.

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Kaamis (11/7/2019).

Pantai Pulau Merah merupakan satu di antara primadona wisata di Banyuwangi. (news.xcoid.com/SRI JULIATI)Malam hari, setiba di pusat kota, news lngsg menuju Osing Deles untuk berburu buah tangan. Osing Deles yang berada di Jalan KH Agus Salim No.12A, Taman Baru ialah surganya oleh-oleh. Ada lebih dari satu oleh-oleh yang bisa ditenteng mulai dari kaus, batik, camilan, hingga kerajinan khas Banyuwangi.

Pilihan news jatuh pd_ pia kacang, kue bagiak, serta kopi robusta dari lereng Gunung Ijen.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.

Puas berbelanja, sekalian saja news makan malam di kafe Osing Deles yang masih satu lokasi. Ada lebih dari satu pilihan menu yang disajikan, tergolong kuliner Nusantara di kafe yang berkonsep vintage ini.

Setelah mengisi perut dngn seporsi nasi ayam betutu, news kembali ke penginapan, berkemas untuk pulang keesokan harinya. Selesai sudah perjalanan news selama tiga hari empat malam di Banyuwangi. Bagi news, perjalanan ke Banyuwani tidak hanya soal fisik, tapi juga hati. Ada banyak jejak kenangan yang tertinggal di Banyuwangi yang tak henti membuat jatuh hati.

Bila ditanya apakah ingin ke Banyuwangi lagi, jawabannya: "Ya, saya ingin kembali ke Banyuwangi." ()

Catatan perjalanan lainnya dpat disimak di bawah ini:

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (I): Selalu Bikin Jatuh Hati & Ingin Kembali

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (2): Nikmatnya Mencicip Cokelat Glenmore amp Ditampar Sego Tempong

Di sekitar Pantai Pulau Merah juga banyak terdapat warung makan serta penginapan dengan tarif yang cukup terjangkau.

Baca: Keren, Menpar Arief Yahya Jadi Keynote Speaker Seminar General Aviation for Tourism di Banyuwangi

Seandainya msh memiliki banyak waktu, lebih baik menginap sejenak di sekitar Pantai Pulau Merah sembari menyambangi sederet pantai laiin di selatan Banyuwangi.

Perjalanan di Pantai Pulau Merah akhirnya disudahi sebelum Matahari kembali lagi ke peraduan dan hari start gelap.

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Kaamis (11/7/2019). Pantai Pulau Merah ialah satu di antara primadona wisata di Banyuwangi.

(news.xcoid.com/SRI JULIATI)Malam hari, setiba di pusat kota, news langsung menuju Osing Deles untuk berburu buah tangan. Osing Deles yang berada di Jalan KH Agus Salim No.12A, Taman Baru merupakan surganya oleh-oleh. Ada lebih dari satu oleh-oleh yang bisa ditenteng mulai dari kaus, batik, camilan, hingga kerajinan khas Banyuwangi. Pilihan news jatuh pd_ pia kacang, kue bagiak, serta kopi robusta dari lereng Gunung Ijen.

Puas berbelanja, sekalian saja news makan malam di kafe Osing Deles yang masih satu lokasi. Ada banyak pilihan menu yang disajikan, termasuk kuliner Nusantara di kafe yang berkonsep vintage ini. Setelah mengisi perut dengan seporsi nasi ayam betutu, news kembali ke penginapan, berkemas untuk pulang keesokan harinya. Selesai sudah perjalanan news selama tiga hari empat malam di Banyuwangi.

Bagi news, perjalanan ke Banyuwani tidak hanya soal fisik, tetapi juga hati.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Juli 2019 )

Menyandari kekurangan diri lebih baik, daripada mengada-ngadakan apa yang tidak di miliki.

Ada banyak jejak kenangan yang tertinggal di Banyuwangi yang tak henti membuat jatuh hati. Bila ditanya apakah ingin ke Banyuwangi lagi, jawabannya: "Ya, saya ingin kembali ke Banyuwangi."

()

Catatan perjalanan lainnya dpat disimak di bawah ini:

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (I): Selalu Bikin Jatuh Hati dan Ingin Kembali

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (2): Nikmatnya Mencicip Cokelat Glenmore amp Ditampar Sego Tempong

Selesai sudah perjalanan news selama tiga hari empat malam di Banyuwangi. Bagi news, perjalanan ke Banyuwani tidak hanya soal fisik, tetapi juga hati. Ada lebih dari satu jejak kenangan yang tertinggal di Banyuwangi yang tak henti mmbuat jatuh hati. Bila ditanya apakah ingin ke Banyuwangi lagi, jawabannya: "Ya, aku ingin kembali ke Banyuwangi."


()

Catatan perjalanan lainnya dapat disimak di bawah ini:

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (I): Selalu Bikin Jatuh Hati dan Ingin Kembali

Baca: Catatan Perjalanan ke Banyuwangi (2): Nikmatnya Mencicip Cokelat Glenmore amp Ditampar Sego Tempong

Sekian info yang kami sampaikan mengenai Catatan Perjalanan Ke Banyuwangi (4): Menyapa Pagi Dari Pantai Boom, Berburu Senja Di Pulau Merah-#fwuj3w, berita diambil dari berbagai media online lain.. terimakasih

Sumber: www*tribunnews*com/travel/2019/07/30/catatan+perjalanan+ke+banyuwangi+4+menyapa+pagi+dari+pantai+boom+berburu+senja+di+pulau+merah
Share Berita