Fraksi Gerindra: MRT Belum Bisa Kurangi Macet Jakarta
Info mengenai "Fraksi Gerindra: MRT Belum Bisa Kurangi Macet Jakarta-#ki9w4x", selengkapnya silahkan baca-baca beritanya :

Ilustrasi bagian dalam MRT. (dok.

Pixabay.com/quinntheislander)news.xcoid.com, Jkrta Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jkrta Abdul Ghoni menyatakan, operasional Moda Raya Terpadu (MRT) dinilai belum efektif mengatasi kemacetan Jakarta. Menurutnya, ini menjadi PR bagi anggta DPRD periode 2019-2024. "Saya berharap anggota dewan yang lama & terpilih lagi berjuang bersama-sama. Percuma nih kita sudah investasi sekian triliun untuk MRT. Tetapi untuk mengurangi kemacetan belum signifikan, belum efektif.

Jadi ini mesti kita dorong. Karena kendaraan kita banyak dari wilayah penyangga kita, Depok, Tangerang Selatan, Tangerang kota, Bekasi kota, (Bekasi) kabupaten," jelasnya dihubungi Selasaa (13/8/2019). Ghoni ingin MRT terintegrasi langsung dengan moda transportasi lainnya sehingga memudahkan warga. Hingga waktu & biaya perjalanan bisa lebih efektif dan efisien.

Menurut Ghoni, persoalan yang juga akan menjadi konsen legislatif periode akan datang ini adalah persoalan infrastruktur penanganan banjir dan polusi udara yang memburuk. "Itu juga sekarang lagi disorot Jkrta ini sangat parah sekali terutama dngn adanya gas buang kendaraan, polusi udara yang sekarang ini menjadi sorotan tentu harus kita antisipasi. Ke depannya banyak PR yang harus kita laksanakan terutama infrastruktur utamanya kendaraan MRT yang bisa terintegrasi," jelasnya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Agustus 2019 )

Menata pikiran itu penting. karena dirimu adalah apa yang kamu pikirkan.


Ghoni yang bakal dilantik sebagai Anggota DPRD DKI Jkrta untuk ketiga kalinya ini pernah mengusulkan pembatasan umur kendaraan sejak 2004 silam. Ia ingin ada regulasi yang secara khusus mengatur ini. Pembatasan ini pula dinilai dpat memperbaiki kualitas udara Jakarta.

"Saya memang berharap ya, dari dulu ya, dari 2004 saya sudah mengusulkan agar Jakarta ini ada pembatasan umur kendaraan, apakah 10 tahun atau 20 tahun.


Tapi setiap kendaraan itu kan ada nilai buku akhir, itu mesti gimana caranya harus ada ganti rugi dari DKI sendiri hingga bisa untuk rumpon, bisa untuk apa, ngga lagi dibuang ke daerah, itu juga jadi masalah baru nanti.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Agustus 2019 )

Kau bisa bersembunyi dari kesalahanmu, tapi tidak dari penyesalan. Kau bisa bermain dengan dramamu, tapi tidak dengan karmamu.

Jadi kita harus berani mengambil itu," paparnya. Usulan regulasi pembatasan umur kendaraan pd_ 2004 itu terpental & Pemprov DKI saat itu memutuskan membangun proyek MRT dan LRT sebagai salah satu langkah mengatasi kemacetan.

Tapi ternyata itu pula tak efektif. "Tapi MRT ini diibaratkan utk memindahkan org dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, ini kan agak sulit. Memang mesti ada regulasi yang harus dibuat terutama acuannya dari pemerintah pusat, kita beracuan ke pemerintah pusat untuk provinsi DKI Jakarta. Ini kan tak bisa berjalan sendiri utk DKI karena ibukota," pungkasnya.

Reporter: Hari Ariyanti

2 dari 2 halamanSaksikan video pilihan di bawah ini:
'
Pemprov dan DPRD DKI Jakarta akhirnya menyetujui tarif kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Tarif maksimal rute Bundaran HI-Lebak Bulus dari Rp8.500 naik menjdi Rp14.000 per penumpang. ( info meta data berita ini, fraksi,gerindra:,mrt,belum,bisa,kurangi,macet,jakarta, kendaraan, efektif, pembatasan, kemacetan, terutama, regulasi, terintegrasi )

Sumber: s://www*liputan6*com/news/read/4036950/fraksi+gerindra+mrt+belum+bisa+kurangi+macet+jakarta
Share Berita