Mentan Copot Pejabat Yang Terlibat Suap Impor Bawang Putih
Berita dan info lengkap di bulan Agustus tentang "Mentan Copot Pejabat Yang Terlibat Suap Impor Bawang Putih-#kitrmm" :

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sesaat berada di lokasi pemeriksaan fisik terpadu CDC Banda, Pelabuhan Tanjung Prioknews.xcoid.com, Jakarta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot pejabat dari eselon II, III, & IV yang terlibat dalam kasus suap izin impor bawang putih yang menjerat legislator dari Komisi VI DPR, I Nyoman Dhamantra. "Bapak Mentan mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh pejabat Eselon II, III & IV yang terkait dalam kasus impor bawang putih, terkait dngn verifikasi wajib tanam bawang putih di Ditjen hortikultura," tutur Inspektur Jenderal Kementan Justan Siahaan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta (13/8/2019).

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura pada Senin (12/8) siang dan menyita sejumlah dokumen terkait Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Justan menjelaskan, Kementan sangat terbuka bagi KPK utk mengumpulkan information dan mengungkap kasus suap impor bawang putih se_cara terang benderang, hingga masyarakat dapat lebih jelas menatap masalah ini. "Sejak awal Kementan telah kerjasama dengan KPK, dan secara khusus 3 personil KPK ditempatkan di Kementan untuk pencegahan korupsi. Pegawai di Ditjen Hortikultura pula terbukti sudah berani melaporkan ke KPK terkait pemberian gratifikasi, & ini nyata dilakukan _oleh mereka.


Selain itu, mereka pula sudah memblacklist 72 importir bawang nakal," ujarnya. Justan melanjutkan, di Kementan setidaknya _ada sekitar 400 orang pegawai yang telah dipecat krn terindikasi KKN. Bahkan secara keseluruhan di Kementerian Pertanian, sebanyak 1.432 pegawai telah didemosi dan mutasi sebab dianggap melakukan kecurangan. "Ini adalah tanggung jawab moril kami, para Eselon I sebagai pimpinan tinggi Kementerian, & tidak ingin terjadi pembiaran terhadap isu yang berkembang.

Ini merupakan langkah antisipasi saja. Kami mendukung KPK sepenuhnya dalam menjalankan proses hukum", tegas Justan.2 dari 4 halamanKasus Suap Impor Bawang Putih, Nyoman Meminta Fee Rp 3,6 Miliar

Ktua KPK Agus Raharjo saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/1/2016). Rapat bersama pimpinan KPK ini terkait legislasi & pengawasan. (news/Johan Tallo)Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota DPR RI Komisi VI I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih thn 2019. Selain Nyoman, KPK pula menjerat lima orang lainnya dalam kasus ini.

Mereka adalah Mirawati Basri (MBS) selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto (ELV) yang merupakan orang dekat Nyoman, serta tiga pihak swasta lainnya, yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK). Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, Nyoman diduga meminta fee sebesar Rp 3,6 miliar dan Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton utk beberapa perusahaan tergolong perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung. Afung ialah pemilik PT Cahaya Sakti Agro (PT CSA) yang bergerak di bidang pertanian yang diduga mempunyai kepentingan dalam mendapatkan kuota impor bawang putih dalam kasus ini. "CSU dan DDW diduga bekerjasama untuk mengurus izin impor bawang putih utk tahun 2019," ungkap Agus dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Agus mengatakan, Doddy sempat menyampaikan kepada Afung bahwa dirinya memiliki jalur lain untuk mengurus Rekomendasi Impor Product Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian & Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementrian Perdagangan. "Dikarenakan proses pengurusan yang tidak kunjung selesai, DDW berusaha mencari kenalan yang bisa menghubungkannya dngn pihak-pihak yang dapat membantu pengurusan RIPH dan SPI tersebut," kata Agus. Doddy sesudah berkenalan dngn Zulfikar yang memiliki kolega-kolega yang dianggap berpengaruh utk pengurusan izin tersebut. Zulfikar mempunyai koneksi dengan Mirawati & Elviyanto yang diketahui dekat dengan Nyoman.

Setelah itu, Doddy, Zulfikar, Mirawati, & Nyoman melakukan serangkaian pertemuan dalam rangka pembahasan pengurusan perizinan impor bawang putih dan kesepakatan fee. Dari pertemuan-pertemuan tersebut muncul permintaan fee dari Nyoman melalui Mirawati. "Angka yang disepakati pada awalnya merupakan Rp 3,6 miliar dan komitmen fee Rp 1.700 hingga Rp 1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor," kata Agus. Komitmen fee tersebut akan digunakan untuk mengurus perizinan kuota impor 20.000 ton bawang putih untuk beberapa perusahaan tergolong perusahaan yang dimiliki Afung.

3 dari 4 halamanKPK Tetapkan Nyoman Dhamantra Tersangka Dugaan Korupsi Impor Bawang Putih

Mantan Ktua Mahkamah Konstitusi (MA) Mahfud MD (kiri) bersama Ketua KPK Agus Raharjo menggelar konferensi pers terkait pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di Jakarta, Rabu (14/6).
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Agustus 2019 )

Semua yang kita capai adalah hasil dari apa yang kita pikir.

(news.xcoid.com/Helmi Afandi)Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota DPR RI Komisi VI I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih thn 2019. Selain Nyoman, KPK juga menjerat lima orang lainnya dalam kasus ini. Yakni Mirawati Basri (MBS) selaku orang kepercayaan Nyoman, dan empat pihak swasta Elviyanto (ELV), Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), & Zulfikar (ZFK).

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dngn enam orang sebagai tersangka," tutur Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jkrta Selatan, Kaamis (8/8/2019). Agus mengatakan, Nyoman diduga meminta fee sebesar Rp 3.6 miliar & Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dngn kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung. Agus mengatakan, lantaran Afung belum menerima uang pembayaran dari perusahaan yang membeli kuota, Afung sesudah meminjam uang ke-pada Zulfikar. Zulfikar diduga bakal mendapatkan bunga dari pinjaman yang diberikan, yaitu Rp 100 juta perbulan.

"Jika impor terealisasi, ZFK (Zulfikar) bakal mendapatkan bagian Rp 50 untuk setiap kilogram bawang putih tersebut," kata Agus. Kemudian, Zulfikar pun meminjamkan uang Rp 2.1 miliar ke-pada Afung.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Agustus 2019 )

Ke mana pikiran di arahkan, kesanalah kondisi hidup seseorang.

Sesudah menyepakati metode penyerahan uang, pd_ 7 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 siang Zulfikar mentransfer Rp.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Agustus 2019 )

Menata pikiran itu penting. karena dirimu adalah apa yang kamu pikirkan.

2.1 Milyar ke Doddy Wahyudi. Kemudian Doddy mentransfer Rp 2 miliar ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Rp 2 miliar tersebut direncanakan utk digunakan mengurus surat persetujuan impor(SPI).

Sedangkan Rp 100 juta masih berada di rekening Doddy yang akan digunakan utk operasional pengurusan izin.

"Saat ini smua rekening dalam kondisi diblokir _oleh KPK.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Rabu , Agustus 2019 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.

Diduga uang Rp 2 miliar untuk mengunci kuota impor yang diurus.

Dalam kasus ini teridentifikasi istilah lock kuota," kata Agus.4 dari 4 halamanSaksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
'
Nyoman diasangka menerima fee atau bayaran sebesar Rp 2,1 miliar yang dikirim ke money changer miliknya. ( info meta data berita ini, mentan,copot,pejabat,yang,terlibat,suap,impor,bawang,putih, zulfikar, pengurusan, perusahaan, terkait, kementan, korupsi )

Sumber: s://www*liputan6*com/bisnis/read/4036914/mentan+copot+pejabat+yang+terlibat+suap+impor+bawang+putih
Share Berita