Cerita Billy Mambrasar, Anak Muda Papua Melawan Rasisme
Informasi yang dihinpun pada hari Minggu mengenai "Cerita Billy Mambrasar, Anak Muda Papua Melawan Rasisme-#u9ycva( berita bulan Agustus )" ikuti beritanya :

Billy saat berada di Amerika Serikat, saat mendapatkan undangan dari Young South East Asian Leaders Initiative dan bertemu dengan Barrack Obama. (news.xcoid.com/Billy Mambrasar/Katharina Janur)

Jayapura Billy Mambrasar, slh satu anak muda asli Papua yang penuh dngn prestasi gemilang, mampu bangkit melawan rasisme dan diskriminasi yang kerap menyerangnya saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Dulu, saya juga sering dipanggil monyet," kata Billy sambil tersenyum lepas. Tapi, ucapan itu tidak lantas membuat Billy jatuh & tersungkur. Hanya satu tekadnya, dia akan membuktikan ke-pada siapapun, bahwa ucapan yang ditujukan ke-pada dirinya adalah salah besar dan ia ingin membuktikan kepada dunia, bahwa anak Papua ngga selamanya mesti ditindas dngn ucapan rasis & sikap diskriminasi.

Buktinya, dengan tekun Billy akhirnya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Australia utk kuliah di Australian National University (ANU).


Lulus menjdi mahasiswa terbaik dari ANU, Billy saat ini sedang mengejar gelar masternya yang kedua di perguruan tinggi terbaik dunia versi Times Higher Education: Universitas Oxford, Inggris. Billy memang ngga pernah lupa bakal ucapan rasis yang pernah dia terimanya saat kulian di ITB. "Sakit hati pasti ada. Tapi saya memilih utk tak mengambil dalam hati.

Niat aku mau membuktikan kepada orang yang mengejek saya, bahwa aku akan lebih baik dari manusia itu," kata Billy2 dari 3 halamanKuliah di Perguruan Bergengsi

Billy Mambrasar, bersama anak Papua pd_ Yayasan Kitong Bisa yang dipimpinnya. (news.xcoid.com/Billy Mambrasar/Katharina Janur)Tahun berlalu, akhirnya Billy terpilih mengikuti pertukaran pelajar di Universitas Harvard, Amerika Serikat pada tingkat akhir di ITB. Betapa bangga dan bahagiannya Billy bakal menjajal kuliah di kampus lokasi belajar pemimpin dunia seperti Bill Gates (pendiri Microsoft), Mark Zuckerberg (Penemu Facebook), & Barrack Obama (President Kulit Hitam Pertama Amerika Serikat). Hari demi hari pun ia lalui dngn sukacita di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Smpai akhirnya dia kembali ke tanah air dan melihat sikap org yang menyebutnya dngn ucapan rasis, kembali diam seribu bahasa & malu. Karena kemampuannya, Billy kini mempunyai perusahaan & yayasan sendiri. Ia memberikan pendidikan gratis untuk anak Papua yang kurang mampu. Yayasan Kitong Bisa yang dikelolanya pernh mendapatkan penghargaan melalui Young South East Asian Leaders Initiative & ia kembali diundang ke Amerika Serikat untuk magang, sekaligus bertemu dengan Presiden Barrack Obama.

"Kembali lagi, smua yang mengejek aku dengan rasis dan radikalisme terdiam. Saya hanya senyum saja, tapi dalam hati ini, saya bangga sekali sebagai anak Papua & bisa kalahkan dorang (mereka) yang mengejek saya dengan kata-kata monyet itu," jelasnya. Billy selalu terinsipasi dngn kisah Barrack & Michelle Obama yang juga sering diejek monyet, sebab berkulit hitam, namun berhasil membuktikan dngn pencapaian mereka, bahwa mereka merupakan manusia yang sejajar dngn manusia lainnya.

Usai lulus di ANU sebagai mahasiswa terbaik, Billy pun melanjutkan pendidikannya di Universitas Oxford, Inggris.

3 dari 3 halamanBangkitnya Anak Muda Papua

Anak muda di Papua mampu bangkit & maju bersama.

(news.xcoid.com/Katharina Janur)Sederet anak muda asli Papua telah membuktikan dirinya maju dengan kemampuannya. Anak muda di Papua, selalu mampu menjdi dirinya sendiri. Sebut saja sejumlah anak muda yang berprestasi dalam bidangnya. Ada Neas Wanimbo, anak asli Wamena pendiri perpustakaan gratis yang baru terpilih sebagai pemimpin muda ASEAN.

Lalu, Maya Wospakrik, putri dari Biak yang menjadi peneliti dan fisikawan di Laboratorium internasional di Amerika Serikat. Ada pula George Saa, anak muda dari Sorong penemu rumus fisika, dan sederetan anak-anak Papua berprestasi lainnya yang telah membuktikan bahwa Papua bisa lebih maju dari sesaat ini. Kini, Billy yang ditunjuk sebagai advokat SDG Myworld 2030 dari UNDP Asia Pasifik, berpesan kepada anak muda Papua utk maju dan bangkit, membuktikan ke-pada dunia bahwa Papua pula bisa maju & bisa mengalahkan lainnya. Billy menyebutkan manusia yang menganggap manusia lain lebih rendah sebab fisiknya, ialah manusia yang tidak beretika.

Satu-satunya jalan untuk menghadapi manusia itu ialah dengan menunjukkan prestasi. Walau begitu, Billy tetap meminta pemerintah serius memproses hukum pelaku rasisme ke-pada mahasiswa ataupun masyarakat Papua. Ia pun meminta agar aksi anti rasisme yang dilakukan hari ini tidak anarkis dan jangan menyampaikan aspirasi dengan amarah. "Buktikan, bahwa anak Papua sejajar dngn anak muda lainnya di Indonesia.

Satu-satunya jalan utk kita menghentikan rasisme berkepanjangan adalah hanya dngn prestasi. Aku sudah buktikan itu. Ayo anak muda Papua, kita bangkit dengan prestasi," ujarnya.

Simak video pilihan berikut


'
Mahasiswa Papua meminta warga luar datang lngsg ke bumi cenderawasih untuk mengenal lebih dekat & belajar keberagaman di Papua.


Sekian info yang kami sampaikan, update terus info menarik disini news.xcoid.com ( arsip berita Minggu /Agustus )

Sumber: s://www*liputan6*com/regional/read/4045908/cerita+billy+mambrasar+anak+muda+papua+melawan+rasisme
Share Berita