Viral, Pemuda 24 Tahun Nikahi Sinden Berusia 50 Tahun, Begini Ceritanya
Hari Minggu ,2019 berita diinfokan mengenai "Viral, Pemuda 24 Tahun Nikahi Sinden Berusia 50 Tahun, Begini Ceritanya-#7zglhj" : news.xcoid.com, JKRTA Pernikahan seorang sinden berusia 50 tahun dengan pemuda 24 tahun viral di media sosial. Foto-foto pernikahan sinden bernama Rasmiati dan pemuda Destoko ini pun menjdi perbincangan ramai.

Ternyata, di balik pernikahan beda usia itu tersimpan cerita menarik. Karena terpaut cukup jauh, sempat muncul persepsi di warga jika Destoko lebih pantas terlihat menjdi anak Rasmiati ketimbang suaminya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Apa yang telah kita tabur, entah yang disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, sekarang atau suatu saat nanti, pasti akan kita petik hasilnya. maka, ketika kita menanamkan kebaikian, apapun bentuknya, suatu saat pasti kebaikan itu akan kembali kepada kita kita juga.

TribunJateng.com (jaringan surya.com), berhasil mewawancarai Destoko masyarakat Dusun Legok RT 8 RW 3, Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas terpikat dengan pesona Rasmiati, seorang janda warga Desa Kedungwuluh Kidul, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.

Destoko merupakan seorang penari Ebeg (kuda lumping) di bawah asuhan ayahnya sendiri, Siskun Wiswadi.

Di bawah paguyuban Ebeg Mugi Lestari, pimpinan ayahnya ia biasa tampil ke beberapa wilayah di Kabupaten Banyumas.



Pasangan terpaut usia ckup jauh, Destoko (24) & Rasmiati (50). TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI (Tribun Jateng/Permata Putra Sejati)Karena memiliki darah seni semenjak kecil, Destoko sudah lihai dalam menari & sangat luwes dalam berkesenian ebeg. Usai lulus SMP akhirnya ia terjun se_cara langsung dalam kesenian ebeg dan ikut pentas kesana-kemari.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Apa yang telah kita tabur, entah yang disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, sekarang atau suatu saat nanti, pasti akan kita petik hasilnya. maka, ketika kita menanamkan kebaikian, apapun bentuknya, suatu saat pasti kebaikan itu akan kembali kepada kita kita juga.

Sementara itu Rasmiati merupakan seorang sinden wayang yang juga sudah banyak ikut dengan berbagai dalang terkenal di Banyumas & Jawa Tengah.

Sebut saja dalang Enthus, dalang Gino, pernah menggunakan jasa sinden Rasmiati.

Perkenalan mereka dimulai ketika ayah Destoko, Siskun Wiswadi membutuhkan seorang sinden untuk pentas ebeg kelompoknya.

Baca: Program Santri Tani Milenial Cetak Eksportir Milenial

Baca: Nia Ramadhani Disinggung Warisan ke Anak, Bahas Sikap Putrinya hingga Ungkap Rahasia Nama Bakrie

Baca: Menteri di Era Orde Baru Kritik Rencana Pemindahan Ibu Kot'a RI

Baca: Ketika Wakil Ketua KPK Saut Situmorang Spontan Iringi Dongeng dngn Alat Tiup

Destoko la_lu menyarankan utk mengajak Rasmiati yang merupakan sinden wayang utk ikut bergabung menjadi sinden ebeg (kuda lumping) asuhan ayahnya itu. Karena kasihan, akhirnya Rasmiati setuju & ikut bergabung menjadi sinden Ebeg.


Akan tetapi, sebab Rasmiati terkadang banyak permintaan sebagai sinden di tempat lain, Destoko rela untuk menjemput & mengantar Rasmiati kemanapun dia pentas. "Kebetulan sinden Ebeg wa_ktu itu cuma satu & kurang. Akhirnya mengajak istri utk ikut bergabung menjadi sinden Ebeg. Ketika akan pentas ya aku antar jemput," tutur Destoko, Juumat (23/8/2019).

Karena sering bertemu dan berkomunikasi cinta tempat diantara mereka akhirnya tumbuh. Destoko bercerita bila dia antar jemput Rasmiati hampir setiap hari. Hingga pd_ suatu ketika, Rasmiati menjdi sangat ketergantungan dngn Destoko.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.


"Ya kami jadi sering chattingan, terus dia juga jadinya minta ditemani terus setiap pentas," katanya.
Benih-benih cinta tumbuh di antr keduanya.

Destoko yang merupakan penari Ebeg sangat mengagumi lantunan suara sinden Rasmiati. Begitupun sebaliknya Rasmiati mengakui terpikat dengan Destoko yang masih muda & bertalenta sebagai penari Ebeg. "Kalau istilahnya itu Ndelik (enak buat didengar), beda dengan sinden-sinden lain. Aku joged, ia nyinden.


Kharisma & auranya benar-benar sinden," tutur Destoko. Karena mereka sudah saling mengagumi & jatuh cinta, Rasmiati la_lu yang memberanikan diri datang menemui orang tua Destoko. "Aku bilang sama dia, bila kamu suka sama saya bilang sama orang tuaku," kata Destoko. Rasmiati akhirnya memberanikan diri datang & memohon restu apakah bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Mendengar niatan mereka untuk mensyahkan menjdi sepasang suami-istri, ibunda Destoko, Narsiti mengakui setuju & memasrahkan keputusan ke-pada anaknya itu. "Sebenarnya org tua sudah menasehati & meyakinkan apakah benar-benar siap menikah dngn Rasmiati.

Tetapi org tua memasrahkan kembali pada anak, jikalau sudah suka ya bagaimana lagi," jawab Narsiti.

Karena kedua keluarga sudah saling setuju & mereka usai memutuskan utk menikah, akhirnya pada Rabu (21/8/2019) mereka berdua melangsungkan akad pernikahan.

Kasus di Pati Batal Nikah

Sebelumnya rencana pernikahan remaja 19 thn dengan nenek 59 thn viral di media sosial.


Kabar remaja 19 tahun nikahi nenek 59 thn ini viral setelah diunggah akun facebook "Lika Liku Kehidupan", Selasaa (2/7/2019) malam.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang!.

Ternyata unggahan di akun facebook tsb tidak sepenuhnya benar. Wartawan Tribunjateng.com (grup surya.co.id) menemui Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tayu Ahmad Rodli utk mempertanyakan kabar viral tersebut.

Rodli membenarkan adanya rencana pernikahan antara Sutasmi (58), warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu dngn Dwi Purwanto (19), warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah. Namun, _ada fakta yang belum smpai pada warganet. "Foto yang pakai baju pengantin ini bkn dua org yang dimaksud. Cuma kebetulan mirip saja.

Tadi saya malah sempat mengira itu photo editan. Tapi photo yang satu lagi benar Sutasmi dan Dwi, ketika keduanya tengah menjalani pemeriksaan nikah di sini," jawab Ahmad Rodli ketika Tribunjateng.com menunjukkan kedua foto yang tengah viral tersebut. Rodli menjelaskan, Sutasmi berstatus sebagai janda yang telah ditinggal mati suaminya. Adapun Dwi masih lajang.

Sutasmi dan Dwi mendaftarkan permohonan nikah pada 27 Juni 2019 lalu.

Pernikahan Batal

Sedianya, akad nikah direncanakan pagi tadi, Rabu_ (3/7/2019) pukul 08.00 WIB di KUA Tayu. Adapun mahar yang tercatat adalah uang senilai Rp 1 juta. "Tapi pernikahan mereka batal.


Wali nikah mempelai cewek tidak datang. Bahkan, ibu mempelai laki-laki tadi datang kemari, meminta pernikahan mereka dibatalkan," ungkapnya.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Sekedar menyesali kesalahan saja tidak lah cukup, namun juga harus disertai tekat agar kesalahn yang sama tidak dilakukan lagi.

Ketika ibu Dwi Purwanto datang dan meminta pernikahan putranya dibatalkan, lanjut Rodli, dia menerangkan bahwa syarat-syarat administratif pernikahan Dwi dan Sutasmi telah lengkap.

Bahkan izin dari orangtua mempelai laki-laki juga ada. Namun, ibu Dwi menegaskan bahwa ia tak pernh memberi izin. Ia mengatakan, tanda tangannya telah dipalsukan. Rodli mengatakan, ibu Dwi Purwanto tak mengizinkan anaknya menikah dengan Sutasmi, sebab Dwi belum cukup umur.

Bahkan untuk makan sehari-hari Dwi masih ikut orangtuanya. "Ibu mempelai laki-laki juga bilang, Sutasmi ialah temannya. Dia bahkan berkata seperti ini, dia (Sutasmi) saja lebih tua dari saya. Intinya ibu Dwi ngga merestui," jelasnya.

Untuk diketahui, ibu Dwi Purwanto lahir tahun 1968, sedangkan Sutasmi lahir tahun 1961. "Karena ada permintaan pembatalan. Terlebih Dwi belum berumur 21 tahun dan karenanya dianggap belum bisa menentukan dirinya sendiri, maka saya batalkan pernikahannya. Tapi dngn syarat, mesti ada permohonan pembatalan tertulis dari org tua Dwi," ujar Rodli. Tak hanya ibu mempelai laki-laki, lanjut Rodli, anak-anak dari Sutasmi juga datang dan meminta pernikahan Dwi & Sutasmi dibatalkan.

"Anak-anak Bu Sutasmi ini usai besar-besar. Mereka marah-marah minta pernikahan ibunya dibatalkan. Mereka mengiyakan malu jika ibunya menikahi anak yang tergolong di bawah umur," terangnya. Ketika ditanya adakah kemungkinan Dwi & Sutasmi akan menikah sirri, Rodli menegaskan bahwa _ada rukun nikah yang tidak bisa mereka penuhi, yakni keberadaan wali nikah.

"Wali nikahnya sudah tidak mau. Se_cara Islam mereka tak bisa menikah tanpa adanya wali," tandasnya.

Viral

Sebelumnya, foto yang diduga mereka viral di media sosial. Satu di antr kedua foto tersebut, laki-laki dan perempuan itu berdiri mengenakan baju pengantin.


Adapun dalam foto lainnya, pasangan itu tampak duduk bersebelahan di atas lantai berkarpet biru, di hadapan sebuah meja pendek bertaplak batik. Foto tsb sekilas menggambarkan prosesi akad nikah, tetapi tanpa keberadaan wali maupun saksi di sekelilingnya. Caption yang terdapat dalam unggahan tsb ialah "Yang Lagi Viral Hari Ini, Seorang Pemuda Umur 19 Thn Menikah dengan Seorang Nenek usia 59 Tahun.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang!.


Jepat Lor Tayu Pati Jawa Tengah". Sampai berita ini ditayangkan, unggahan Fanpage Lika Liku Kehidupan tsb memang "hanya" mendapatkan 269 reaksi, 148 komentar, dan 707 kali dibagikan. Namun, dalam persebarannya di berbagai grup, unggahan tsb memancing perbincangan lebih ramai. Satu di antaranya dalam group FB Komunitas Anak Asli Pati.

Dalam group tersebut, unggahan itu telah mendapat 5,3 ribu reaksi, 1,2 ribu komentar, & 85 kali dibagikan. Di antr komentar yang ada, ckup banyak warganet yang meragukan kabar tersebut. Namun, ada pula yang langsung membenarkannya. Bahkan mengaku sebagai tetangga mempelai perempuan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dngn judul Pengakuan Pemuda 24 Thn Nikahi Sinden 50 Tahun karena Kepincut ini, Kasus Serupa di Pati Batal

Tadi saya malah sempat mengira itu photo editan.

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

Tapi photo yang satu lagi benar Sutasmi & Dwi, ketika keduanya tengah menjalani pemeriksaan nikah di sini," jawab Ahmad Rodli ketika Tribunjateng.com menunjukkan kedua photo yang tengah viral tersebut. Rodli menjelaskan, Sutasmi berstatus sebagai janda yang telah ditinggal mati suaminya.

Adapun Dwi msh lajang. Sutasmi dan Dwi mendaftarkan permohonan nikah pd_ 27 Juni 2019 lalu.

Pernikahan Batal

Sedianya, akad nikah direncanakan pagi tadi, Rabu (3/7/2019) pukul 08.00 WIB di KUA Tayu. Adapun mahar yang tercatat ialah uang senilai Rp 1 juta.


"Tapi pernikahan mereka batal. Wali nikah mempelai perempuan tidak datang. Bahkan, ibu mempelai laki-laki tadi datang kemari, meminta pernikahan mereka dibatalkan," ungkapnya. Ketika ibu Dwi Purwanto datang dan meminta pernikahan putranya dibatalkan, lanjut Rodli, dia menerangkan bahwa syarat-syarat administratif pernikahan Dwi dan Sutasmi telah lengkap.

Bahkan izin dari orangtua mempelai laki-laki pula ada. Namun, ibu Dwi menegaskan bahwa ia tak pernah memberi izin. Ia mengatakan, tanda tangannya telah dipalsukan. Rodli mengatakan, ibu Dwi Purwanto tidak mengizinkan anaknya menikah dengan Sutasmi, karena Dwi belum cukup umur.

Bahkan untuk makan sehari-hari Dwi masih ikut orangtuanya. "Ibu mempelai laki-laki pula bilang, Sutasmi ialah temannya. Dia bahkan berkata seper_ti ini, dia (Sutasmi) saja lebih tua dari saya. Intinya ibu Dwi tak merestui," jelasnya.

Untuk diketahui, ibu Dwi Purwanto lahir tahun 1968, walaupun Sutasmi lahir tahun 1961. "Karena ada permintaan pembatalan. Terlebih Dwi belum berumur 21 thn dan karenanya dianggap belum bisa menentukan dirinya sendiri, maka saya batalkan pernikahannya. Tapi dengan syarat, harus ada permohonan pembatalan ter-tulis dari org tua Dwi," ujar Rodli. Tak hanya ibu mempelai laki-laki, lanjut Rodli, anak-anak dari Sutasmi pula datang dan meminta pernikahan Dwi & Sutasmi dibatalkan.

"Anak-anak Bu Sutasmi ini sudah besar-besar. Mereka marah-marah minta pernikahan ibunya dibatalkan. Mereka mengakui malu kalau ibunya menikahi anak yang tergolong di bawah umur," terangnya. Ketika ditanya adakah kemungkinan Dwi & Sutasmi akan menikah sirri, Rodli menegaskan bahwa _ada rukun nikah yang tidak bisa mereka penuhi, yakni keberadaan wali nikah.

"Wali nikahnya sudah tidak mau. Se_cara Islam mereka tak bisa menikah tanpa adanya wali," tandasnya.

Viral

Sebelumnya, photo yang diduga mereka viral di media sosial. Satu di antara kedua photo tersebut, laki-laki dan perempuan itu berdiri mengenakan baju pengantin.


Adapun dalam photo lainnya, pasangan itu tampak duduk bersebelahan di atas lantai berkarpet biru, di hadapan sebuah meja pendek bertaplak batik. Foto tsb sekilas menggambarkan prosesi akad nikah, namun tanpa keberadaan wali maupun saksi di sekelilingnya. Caption yang terdapat dalam unggahan tersebut ialah "Yang Lagi Viral Hari Ini, Seorang Pemuda Umur 19 Thn Menikah dengan Seorang Nenek usia 59 Tahun. Jepat Lor Tayu Pati Jawa Tengah".

Sampai berita ini ditayangkan, unggahan Fanpage Lika Liku Kehidupan tersebut memang "hanya" mendapat 269 reaksi, 148 komentar, & 707 kali dibagikan. Namun, dalam persebarannya di berbagai grup, unggahan tersebut memancing perbincangan lebih ramai.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

Satu di antaranya dalam grup FB Komunitas Anak Asli Pati.

Dalam group tersebut, unggahan itu telah mendapatkan 5,3 ribu reaksi, 1,2 ribu komentar, dan 85 kali dibagikan.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.

Di antara komentar yang ada, ckup banyak warganet yang meragukan kabar tersebut.
Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah dan mengalah bukan berarti kalah.


Namun, ada pula yang langsung membenarkannya. Bahkan mengiyakan sebagai tetangga mempelai perempuan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dngn judul Pengakuan Pemuda 24 Tahun Nikahi Sinden 50 Thn karena Kepincut ini, Kasus Serupa di Pati Batal

Bahkan, ibu mempelai laki-laki tadi datang kemari, meminta pernikahan mereka dibatalkan," ungkapnya. Ketika ibu Dwi Purwanto datang & meminta pernikahan putranya dibatalkan, lanjut Rodli, dia menerangkan bahwa syarat-syarat administratif pernikahan Dwi dan Sutasmi telah lengkap.


Bahkan izin dari orangtua mempelai laki-laki pula ada. Namun, ibu Dwi menegaskan bahwa dia tak pernh memberi izin. Ia mengatakan, tanda tangannya telah dipalsukan. Rodli mengatakan, ibu Dwi Purwanto tak mengizinkan anaknya menikah dengan Sutasmi, sebab Dwi belum ckup umur.

Bahkan untuk makan sehari-hari Dwi masih ikut orangtuanya. "Ibu mempelai laki-laki pula bilang, Sutasmi ialah temannya. Dia bahkan berkata seper_ti ini, ia (Sutasmi) saja lebih tua dari saya. Intinya ibu Dwi tak merestui," jelasnya.

Untuk diketahui, ibu Dwi Purwanto lahir tahun 1968, sedangkan Sutasmi lahir tahun 1961. "Karena ada permintaan pembatalan. Terlebih Dwi belum berumur 21 thn dan karenanya dianggap belum bisa menentukan dirinya sendiri, maka saya batalkan pernikahannya. Tapi dengan syarat, mesti ada permohonan pembatalan ter-tulis dari org tua Dwi," ujar Rodli. Tak hanya ibu mempelai laki-laki, lanjut Rodli, anak-anak dari Sutasmi juga datang & meminta pernikahan Dwi & Sutasmi dibatalkan.

"Anak-anak Bu Sutasmi ini sudah besar-besar. Mereka marah-marah minta pernikahan ibunya dibatalkan. Mereka mengakui malu bila ibunya menikahi anak yang tergolong di bawah umur," terangnya. Ketika ditanya adakah kemungkinan Dwi & Sutasmi akan menikah sirri, Rodli menegaskan bahwa _ada rukun nikah yang tidak bisa mereka penuhi, yakni keberadaan wali nikah.

"Wali nikahnya usai tidak mau. Secara Islam mereka tidak bisa menikah tanpa adanya wali," tandasnya.

Viral

Sebelumnya, photo yang diduga mereka viral di media sosial. Satu di antara kedua foto tersebut, laki-laki & perempuan itu berdiri mengenakan baju pengantin.


Adapun dalam foto lainnya, pasangan itu tampak duduk bersebelahan di atas lantai berkarpet biru, di hadapan sebuah meja pendek bertaplak batik. Foto tersebut sekilas menggambarkan prosesi akad nikah, tetapi tanpa keberadaan wali maupun saksi di sekelilingnya. Caption yang terdapat dalam unggahan tsb ialah "Yang Lagi Viral Hari Ini, Seorang Pemuda Umur 19 Thn Menikah dngn Seorang Nenek usia 59 Tahun. Jepat Lor Tayu Pati Jawa Tengah".

Sampai berita ini ditayangkan, unggahan Fanpage Lika Liku Kehidupan tsb memang "hanya" mendapat 269 reaksi, 148 komentar, dan 707 kali dibagikan. Namun, dalam persebarannya di berbagai grup, unggahan tersebut memancing perbincangan lebih ramai. Satu di antaranya dalam group FB Komunitas Anak Asli Pati. Dalam group tersebut, unggahan itu telah memperoleh 5,3 ribu reaksi, 1,2 ribu komentar, & 85 kali dibagikan.

Di antara komentar yang ada, cukup banyak warganet yang meragukan kabar tersebut. Namun, _ada pula yang langsung membenarkannya. Bahkan mengakui sebagai tetangga mempelai perempuan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengakuan Pemuda 24 Thn Nikahi Sinden 50 Tahun karena Kepincut ini, Kasus Serupa di Pati Batal

"Karena _ada permintaan pembatalan.


Terlebih Dwi belum berumur 21 tahun dan karenanya dianggap belum bisa menentukan dirinya sendiri, maka saya batalkan pernikahannya. Tapi dengan syarat, harus ada permohonan pembatalan tertulis dari orang tua Dwi," ujar Rodli. Tak hanya ibu mempelai laki-laki, lanjut Rodli, anak-anak dari Sutasmi pula datang & meminta pernikahan Dwi & Sutasmi dibatalkan. "Anak-anak Bu Sutasmi ini usai besar-besar.

Mereka marah-marah minta pernikahan ibunya dibatalkan. Mereka mengaku malu kalau ibunya menikahi anak yang tergolong di bawah umur," terangnya. Ketika ditanya adakah kemungkinan Dwi dan Sutasmi akan menikah sirri, Rodli menegaskan bahwa _ada rukun nikah yang tidak bisa mereka penuhi, yakni keberadaan wali nikah. "Wali nikahnya usai tidak mau.

Secara Islam mereka ngga bisa menikah tanpa adanya wali," tandasnya.

Viral

Sebelumnya, photo yang diduga mereka viral di media sosial. Satu di antara kedua photo tersebut, laki-laki dan perempuan itu berdiri mengenakan baju pengantin. Adapun dalam foto lainnya, pasangan itu tampak duduk bersebelahan di atas lantai berkarpet biru, di hadapan sebuah meja pendek bertaplak batik.


Foto tersebut sekilas menggambarkan prosesi akad nikah, namun tanpa keberadaan wali maupun saksi di sekelilingnya. Caption yang terdapat dalam unggahan tersebut ialah "Yang Lagi Viral Hari Ini, Seorang Pemuda Umur 19 Tahun Menikah dngn Seorang Nenek usia 59 Tahun. Jepat Lor Tayu Pati Jawa Tengah". Sampai berita ini ditayangkan, unggahan Fanpage Lika Liku Kehidupan tsb memang "hanya" mendapatkan 269 reaksi, 148 komentar, dan 707 kali dibagikan.

Namun, dalam persebarannya di berbagai grup, unggahan tersebut memancing perbincangan lebih ramai. Satu di antaranya dalam group FB Komunitas Anak Asli Pati. Dalam group tersebut, unggahan itu telah mendapat 5,3 ribu reaksi, 1,2 ribu komentar, dan 85 kali dibagikan. Di antr komentar yang ada, ckup banyak warganet yang meragukan kabar tersebut.

Namun, _ada pula yang langsung membenarkannya. Bahkan mengiyakan sebagai tetangga mempelai perempuan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dngn judul Pengakuan Pemuda 24 Thn Nikahi Sinden 50 Tahun karena Kepincut ini, Kasus Serupa di Pati Batal

Sebelumnya, foto yang diduga mereka viral di media sosial. Satu di antr kedua foto tersebut, laki-laki & perempuan itu berdiri mengenakan baju pengantin.


Adapun dalam photo lainnya, pasangan itu tampak duduk bersebelahan di atas lantai berkarpet biru, di hadapan sebuah meja pendek bertaplak batik. Foto tersebut sekilas menggambarkan prosesi akad nikah, namun tanpa keberadaan wali maupun saksi di sekelilingnya. Caption yang terdapat dalam unggahan tersebut ialah "Yang Lagi Viral Hari Ini, Seorang Pemuda Umur 19 Thn Menikah dengan Seorang Nenek usia 59 Tahun. Jepat Lor Tayu Pati Jawa Tengah".

Ayuk baca kata-kata bijak dan motivasi ( Minggu , Agustus 2019 )

Apa yang telah kita tabur, entah yang disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, sekarang atau suatu saat nanti, pasti akan kita petik hasilnya. maka, ketika kita menanamkan kebaikian, apapun bentuknya, suatu saat pasti kebaikan itu akan kembali kepada kita kita juga.

Sampai berita ini ditayangkan, unggahan Fanpage Lika Liku Kehidupan tersebut memang "hanya" mendapatkan 269 reaksi, 148 komentar, dan 707 kali dibagikan. Namun, dalam persebarannya di berbagai grup, unggahan tsb memancing perbincangan lebih ramai. Satu di antaranya dalam group FB Komunitas Anak Asli Pati.

Dalam grup tersebut, unggahan itu telah mendapat 5,3 ribu reaksi, 1,2 ribu komentar, dan 85 kali dibagikan. Di antara komentar yang ada, cukup banyak warganet yang meragukan kabar tersebut. Namun, ada pula yang langsung membenarkannya. Bahkan mengaku sebagai tetangga mempelai perempuan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dngn judul Pengakuan Pemuda 24 Tahun Nikahi Sinden 50 Thn karena Kepincut ini, Kasus Serupa di Pati Batal

Namun, _ada pula yang langsung membenarkannya. Bahkan mengaku sebagai tetangga mempelai perempuan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dngn judul Pengakuan Pemuda 24 Tahun Nikahi Sinden 50 Tahun karena Kepincut ini, Kasus Serupa di Pati Batal

Sekian info yang kami sampaikan, update terus info menarik disini news.xcoid.com ( arsip berita Minggu /Agustus )

Sumber: https://www*tribunnews*com/regional/2019/08/25/viral+pemuda+24+tahun+nikahi+sinden+berusia+50+tahun+begini+ceritanya
Share Berita